
Sungai Bahar, 15 September 2026 - MTs Negeri 7 Muaro Jambi menyelenggarakan Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) Terintegrasi Pembelajaran Mendalam (Deep Learning), Selasa (15/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya madrasah memperkuat kompetensi pendidik dalam menerapkan pembelajaran yang berorientasi pada pengembangan pengetahuan sekaligus pembentukan karakter peserta didik.

Workshop menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. M. Sidik, M.Pd., Pengawas Madrasah, dan Makmun, S.Pd., M.Pd., Pengawas Pembina Madrasah. Kegiatan diikuti oleh para guru MTs Negeri 7 Muaro Jambi dengan rangkaian kegiatan berupa penyampaian materi, diskusi, serta aktivitas pengembangan pemahaman terkait penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam.
Kepala MTs Negeri 7 Muaro Jambi, M. Syafwan Al Magfuri, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa workshop tersebut menjadi bagian dari komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi guru.
Menurut M. Syafwan, penerapan Kurikulum Berbasis Cinta perlu diwujudkan melalui proses pendidikan yang mampu menumbuhkan nilai-nilai positif dalam diri peserta didik. Pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan materi, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap yang mencerminkan nilai kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari.
"Pembelajaran harus mampu memberikan pengalaman yang bermakna kepada peserta didik. Melalui Kurikulum Berbasis Cinta yang terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam, kita ingin membangun proses pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter peserta didik," ujarnya.

Sementara itu, Dr. M. Sidik, M.Pd., dalam pemaparannya memberikan penguatan mengenai implementasi Pembelajaran Mendalam dalam proses pendidikan. Pendekatan tersebut diarahkan agar pembelajaran berlangsung secara berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih mendalam kepada karakter murid. Integrasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pembelajaran Mendalam diharapkan dapat membantu guru merancang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan perkembangan karakter, hubungan antarmanusia, kepedulian, dan nilai-nilai positif yang perlu tumbuh dalam diri murid.
Materi yang disampaikan juga memberikan ruang bagi guru untuk memahami bagaimana nilai-nilai KBC dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas pembelajaran. Dengan demikian, nilai cinta tidak hanya menjadi konsep, tetapi dapat tercermin dalam interaksi guru dan peserta didik, lingkungan belajar, serta pengalaman belajar yang diberikan di madrasah.
Narasumber kedua, Makmun, S.Pd., M.Pd., turut memberikan penguatan kepada para pendidik mengenai implementasi program pembelajaran di madrasah. Guru didorong untuk terus mengembangkan praktik pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta mampu menciptakan suasana belajar yang positif dan mendukung perkembangan mereka secara menyeluruh.

Selama kegiatan berlangsung, para guru tampak aktif mengikuti materi dan berdiskusi dalam kelompok. Penggunaan laptop dan perangkat digital dalam kegiatan juga mendukung proses peserta dalam mengembangkan dan mendiskusikan penerapan pembelajaran di madrasah.
Melalui workshop ini, MTs Negeri 7 Muaro Jambi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui penerapan Kurikulum Berbasis Cinta yang terintegrasi dengan Pembelajaran Mendalam.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi penguatan bagi para guru dalam menghadirkan pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, menggembirakan, dan penuh cinta, sehingga proses pendidikan di madrasah tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi akademik, tetapi juga memiliki karakter, kepedulian, dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat.
(Humas MTsN 7 Muaro Jambi/Riqky Ananda Putra)
|
72x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...