
Sungai Bahar (MTsN 7 Muaro Jambi) - MTsN 7 Muaro Jambi memperkuat kesiapan dan mutu pembelajaran Tahun Ajaran 2026/2027 melalui kegiatan supervisi serta pembinaan yang dipimpin Pengawas Pembina Madrasah, Makmun, M.Pd., pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di ruang majelis guru tersebut diikuti oleh kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan. Pembinaan difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan, kesiapan pembelajaran, penguatan karakter murid, serta penyelarasan program madrasah dengan Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam.

Kepala MTsN 7 Muaro Jambi, Syafwan Al Magfuri, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran pengawas pembina yang memberikan arahan langsung kepada seluruh pendidik. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi kesiapan madrasah menjalankan program pembelajaran pada awal tahun ajaran.
Syafwan menegaskan bahwa supervisi bukan sekadar pemeriksaan kelengkapan administrasi, tetapi merupakan proses pembinaan untuk meningkatkan kompetensi guru dan kualitas pelayanan pendidikan. Setiap guru diharapkan mampu menerjemahkan perangkat pembelajaran menjadi kegiatan belajar yang efektif, kontekstual, dan berpihak pada kebutuhan murid.
“Madrasah harus terus memperbaiki kualitas pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, asesmen, hingga tindak lanjut. Seluruh program yang disusun harus memberikan dampak nyata terhadap perkembangan pengetahuan, keterampilan, dan karakter murid,†ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh guru menyambut penerapan Kurikulum Berbasis Cinta dengan membangun lingkungan belajar yang aman, ramah, inklusif, dan saling menghargai. Nilai cinta tidak hanya dicantumkan dalam dokumen pembelajaran, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap guru, interaksi di kelas, pembiasaan positif, serta hubungan yang harmonis antarwarga madrasah.
Dalam pembinaannya, Makmun menjelaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan madrasah membutuhkan keselarasan antara perencanaan, proses pembelajaran, budaya madrasah, dan pengelolaan sumber daya. Guru perlu melakukan refleksi secara berkala agar kekurangan dalam pembelajaran dapat segera diperbaiki.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta harus diarahkan pada pembentukan murid yang berakhlak, peduli, bertanggung jawab, menghormati perbedaan, serta memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, sesama manusia, lingkungan, bangsa, dan nilai-nilai keagamaan.
Penguatan karakter tersebut perlu didukung melalui program yang terencana dan pembiayaan yang tepat sasaran. Madrasah diminta memprioritaskan anggaran untuk kegiatan yang memiliki dampak langsung terhadap perkembangan murid, seperti pembiasaan keagamaan, penguatan literasi, pendampingan karakter, kegiatan sosial, pengembangan bakat, serta penciptaan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

Makmun juga mengarahkan guru untuk menerapkan Pembelajaran Mendalam atau deep learning. Pendekatan tersebut mendorong murid tidak hanya menghafal materi, tetapi memahami konsep, menghubungkan pengetahuan, memecahkan permasalahan, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembelajaran harus memberi ruang kepada murid untuk bertanya, berdiskusi, mencoba, menganalisis, dan menyampaikan hasil pemikirannya. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi membimbing murid agar mampu menemukan makna dari setiap pengalaman belajar,†jelas Makmun.
Sebagai bagian dari penerapan Pembelajaran Mendalam, guru didorong menggunakan model Contextual Teaching and Learning atau CTL. Model tersebut menghubungkan materi pelajaran dengan situasi nyata yang dijumpai murid dalam kehidupan keluarga, masyarakat, lingkungan, dan budaya setempat. Melalui pembelajaran kontekstual, konsep yang dipelajari di kelas diharapkan lebih mudah dipahami karena murid dapat melihat hubungan antara pengetahuan dan penerapannya. Guru juga dapat memanfaatkan lingkungan madrasah dan kehidupan masyarakat sebagai sumber belajar yang relevan.
Pembinaan turut membahas penguatan kegiatan kokurikuler sebagai pendukung pembelajaran intrakurikuler. Kegiatan kokurikuler perlu dirancang untuk memperdalam materi, mengembangkan kemampuan berkolaborasi, melatih kepedulian sosial, serta memberikan pengalaman belajar lintas mata pelajaran. Sementara itu, kegiatan ekstrakurikuler diarahkan sebagai wadah pengembangan bakat, minat, kepemimpinan, kedisiplinan, sportivitas, kreativitas, dan kepercayaan diri murid. Setiap kegiatan perlu memiliki tujuan, pendamping, jadwal, program kerja, dan evaluasi yang jelas agar memberikan hasil yang terukur.
Makmun mengingatkan bahwa kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Ketiganya perlu saling mendukung dalam membentuk murid yang cerdas, terampil, berkarakter, dan mampu berkontribusi secara positif di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana terbuka dan komunikatif. Guru memperoleh kesempatan menyampaikan kondisi pembelajaran, program madrasah, serta berbagai kendala yang dihadapi pada awal tahun ajaran. Pengawas kemudian memberikan arahan dan alternatif penyelesaian yang dapat diterapkan sesuai kondisi MTsN 7 Muaro Jambi.
Melalui supervisi dan pembinaan tersebut, MTsN 7 Muaro Jambi berkomitmen memperkuat budaya kerja yang kolaboratif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Madrasah juga akan menindaklanjuti arahan pengawas melalui penyempurnaan perangkat pembelajaran, penguatan program karakter, serta pengembangan kegiatan kokurikuler dan ekstrakurikuler.
(Humas MTsN 7 Muaro Jambi/Riqky Ananda Putra)
|
54x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Muaro Jambi dan Sekitarnya
Memuat tanggal...